Pomalaa (jilid 1)

Lonely boat..Take this sinking boat and point it home
We’ve still got time
Raise your hopeful voice you have a choice
You’ll make it now..

Tapi ini bukan kapal tenggelam, dia hanya “tenggelam” dalam kesunyian, berteman sepi, halah :p. Photo ini diambil di sebuah kabupaten di Sulawesi Tenggara, tepatnya di kota kecil yang bernama Kolaka.

Sebuah tempat nun jauh di timur sana, jauh dari ibukota, jauh dari keramaian juga. Yah sekitar 4-5 jam perjalanan darat dari Kendari, atau sekitar 1 jam perjalanan darat dari bandara Pomalaa, sebuah kecamatan di Kolaka.

Tiga minggu tinggal di Pomalaa, baru ini photo yang sempet di upload, hehe. Soalnya ini photo yang paling menarik di mata, entah kenapa. Kadang emang ga perlu alasan untuk jatuh hati sama sesuatu, dan tentu, ga perlu alasan juga untuk melupakan sesuatu. Itulah ego. Aku adalah aku, kau adalah kau.

Haha, kenapa jadi ngelantur. Yah itu salah satu photo, oleh – oleh perjalanan dari Pomalaa. Btw, ini juga tulisan pertama setelah sekian lama vakum dari dunia persilatan tulis – menulis :p.

 

Nasib yg terencana -iyakah??-

Lama udah gak keurus ini blog, kupikir aku lupa passwordnya,he2.. Cerita berlanjut,aku ‘terdampar’ di Cilegon neh,nasib yg bikin aku kesini. Pernah kebayangkah? Aku idup disini, kerja, cari pengidupan, ato mungkin ntar punya rumah disini? Kagak!
Actually, I’m here now..

Laper, pengen makan, tapi males keluar..!
Mana hp eror, eror, gak ada pesen masuk.. Pada kemana si orang2 di phonebook-ku???

Be a present

Banyak tempat udah saya datengin (kebanyakan nganggur si :p) hanya buat ngisi waktu, ya walo ga jauh-jauh, masih seputaran Jogja. Satu hal yg jarang saya lakuin semasa kuliah. Ternyata bener kata pepatah, “Hidup itu hanya sebatas sesendok nasi dan seteguk air”. Yg lain hanyalah kelebihan. Orang dengan latar (ekonomi, pendidikan, status, derajat sosial, dll) berbeda merasakan hal yg sama, hidup.

Yg sering jadi perhatian saya justru orang-orang kecil dg usahanya menjalani hidup. “Udah lama pak jualan gini di sini”, awal pembicaraan. “Ya sekitar 5 tahunan mas. Dulu saya sempet punya 5 kios lho di shoping (tempat berjualan buku yg konon harganya bersahabat). Tapi karena satu hal ya akhirnya saya bangkrut, terus sadean kaya gini”. Yee, bapak itu cerita hal yg (harusnya) sedih e tapi dia malah senyum. “Putra – putranya udah gede-gede dong pak?”. “Nggeh, yg besar udah lulus sekolah, tp adek2nya masih pada kecil, ada 4″. Produktif juga ini bapak.

Bapak ini dulu pernah hidup senang ternyata, serba kecukupan. Tapi jangan lupa, kita adalah makhluk masa kini, hidup di masa kini. Untuk masa depan tentunya. Masa lalu menurut saya berkah dari Tuhan, mimpi kita di masa lalu, untuk jadi bahan pikiran, pertimbangan, petuah, pengalaman, wejangan atau apapun itu untuk bekal kita di masa depan.

Diantara kesulitan masa lalu dan ketakutan masa depan pasti ada kesempatan di hari ini.
So, Jadilah saat ini..

Opera

Kok Opera Miniku gak mau jalan ya..

SMS

Pengen tidur, mata udah merah, tapi ada yg ngganjel.
HP di tangan kiri, tangan kanan walking di atas keyboard PC.
Sepele, nunggu sms balesan!
Kadang hanya untuk masalah sepele kaya gini aku nggak bisa nggak peduli.
Penting si nggak, hanya…

Akirnya muncul juga sms dengan IDmu…

Goyang Karawang

Goyang Karawang, siapa pernah liat? Tapi saya hanya ingin mbahas tentang budaya nyawernya aja. Nyawer, dari namanya aja mungkin sebagian kita udah tau apa artinya. Yup, ngasih sesuatu sambil ditebar (macem pak tani nyebar pupuk di sawah). Ni oleh – oleh yg kujanjiin ma kalian semua, hehe, cerita. Hampir seminggu ni meninggalkan Jogja, akhirnya saya pulang dengan slamet. Slamet langsung pulang Solo.

Jadi di Karawang tu ada satu tradisi, nyawer. Di hampir semua panggung hiburan (baik acara hajatan atau hiburan kota) hampir dipastikan tradisi nyawer ini bakal muncul. Di panggung sudah tersedia beberapa penyanyi yg siap beraksi (untuk kemudian bereaksi). Entah siapa yg mengomando, ketika sang penyanyi mulai bergoyang di panggung maka satu persatu penonton naik untuk bergoyang (menurut saya bergoyang lebih pantes daripada disebut berjoget). Eit, nggak hanya sampai situ, beberapa saat kemudian mereka mulai mengeluarkan “receh” dari kantong mereka. Sepuluh, dua puluh ribu mereka keluarkan berulang – ulang (ingat, berulang – ulang) untuk kemudian diberikan pada penyanyi yg menemaninya bergoyang.
..lanjut

Doa untuk Karawang

Hari ini, tiga belas April jam setengah tiga saya mau hijrah sebentar ke Karawang. Ada tes wawancara di sana. Yup, aku pengen kerja. Jadi sementara barin Blog ini apa adanya nggak ada yg ngisi (nggak ada yg liat juga artinya). Ntar aku bawain oleh – oleh deh kalian semua.

Oke!! Doain saya!

Parasut Cadangan

“Elo tau siapa Bill Gates?”
“Pemain musik?”
“Dengar, nggak semua orang bule itu pemain musik!”
“Terus siapa si Bill ini?”
“Dia orang terkenal, lo harusnya tau. Bill Gates menciptakan sesuatu yg fenomenal. Hasil ciptaannya ada hampir d setiap kantor dan rumah. Tebak, apa yg dia ciptain?”
“Ada di setiap kantor dan rumah. Mmm…sendal jepit?”
“Sandal jepit?! Lo pikir itu fenomenal?! BillGates adalah pencipta system operasi Windows lewat perusahaannya yg bernama Microsoft. Jutaan orang make itu. Pernah denger nama Microsoft?”
“Kaca pembesar?”
“Itu mikroskop! Microsoft itu perusahaan software terbesar di dunia. Jangan bilang lo nggak tau apa itu software”
“Celana dalem?”
…lanjut

Damn 20!!

Apa neh!!
Tentang apa yg terjadi pada presiden2 AS yg terpilihpada tahun dengan akhiran 0 dengan kelipatan 20 tahun
1840 : William Henry Harrison (tewas di kantor)
1860 : Abraham Lincoln (terbunuh)
1880 : James A. Garfield (terbunuh)
1900 : William McKinley (terbunuh)
1920 : Warren G. Harding (tewas di kantor)
1940 : FD. Roosevelt (tewas di kantor)
1960 : JF. Kennedy (assassinated)
1980 : Ronald Reagen (tertembak tp berhasil diselamatkan)
2000 : George W. Bush (?)

Terus ada semacam keanehan yg nggak bisa dijelaskan…
…lanjut

Marah vs Jatuh Cinta

Kenapa orang kalo marah teriak ya? (Kebanyakan si). Padahal orang yg diajak ngomong ada di depannya. Apa bener kalo orang marah itu terus hatinya jadi jauh walopun fisiknya deket? Terus alasan masuk akal apalagi yg bisa ngejelasin ini? Saya nggak akan ngulas tentang hormon atau otot yg mengejang, dll disini :p (bukan pakarnya aja). Tapi kenapa harus gitu?
Kenapa saya bilang “hatinya jadi jauh walo fisiknya deket”? Sekarang coba bedain ama orang yg lagi saling jatuh cintrong. Nggak banyak omong, hanya lewat tatapan mata mereka bisa berkomunkasi, bisa saling paham & tahu hanya dengan bahasa isyarat yg paling halus sekalipun (maksudnya hanya Tuhan yg tau, selain mereka tentunya).
Jadi penyelesaian untuk orang yg lagi marah : jangan lagi ciptakan jarak!! Itu bisa nambah jauh hati kalian… Cara yg paling bijak mungkin nggak usah berkata – kata, karena waktu akan membantu Anda.

quote #2

Jangan pernah malu untuk menulis sesuatu yang Anda nggak pernah malu untuk memikirkannya.

Judi

Ini cerita tentang hiudp..
Waktu Perang Dunia II ni, banyak pekerja rodi dari Cina yg diterbangkan ke Myanmar untuk mengerjakan proyek jalan lintas hutan. Mungkin semacem jalan Deandles di Indonesia. Untuk menghilangkan kebosanan karena perjalanan yg cukup lama maka para pekerja itu bermain judi dengan kartu. Awalnya si mereka taruhan pake uang dan barang yg melekat di badan. Nah, sampe akirnya ga ada lagi yg bisa dipertaruhin, akirnya HIDUP jadi taruhan mereka. Siapa yg kalah harus rela terjun dari pesawat tanpa parasut. Nah lo, sungguh terlalu bukan!!
Kejam? Iya, tapi dengan gitu justru permainan jadi tambah seru.

Apapun itu, tapi ada satu point disini menurutku : Kebanyakan kita baru bisa mensyukuri hidup bila pernah mempertaruhkannya..

Our Hero!!

Siapa penyuka serial SmallVile? SAYA!!
Si Pemuda fiksi yg alergi sama Krypton ini punya cerita non-fiksi nya ternyata. Penasaran ya?
Jadi, Wella Corp. (produsen produk perawatan rambut) pernah dituntut sama pencipta tokoh Clark Kent gara2 salah satu produknya diberi merk KRYPTONITE (gel rambut berwarna ijo).
Ni tuntutannya : “Pemakaian nama itu bisa melemahkan pahlawan kami!!”

What do u guys think??

Berteman sombong

Si Budi kecil pulang sekolah sambil teriak-teriak saking gembiranya, dia juara I Lomba Baca Terbaik di sekolahnya. Pamer ke si Bibi, “Bi, coba baca ini”. Dengan terbata-bata sambil memandang buku di depannya si Bibi menjawab, “Nak, saya kan ga bisa baca…”

Layaknya burung Merak si Budi berlalu dan menemui sang Ayah. “Yah, Budi yg masih kelas 3 aja udah lancar mbaca, masa Bibi ga bisa. Kayak apa si rasanya memandang buku tp ga bisa baca!!” dengan sombongnya si Budi berkata ky gitu. Sang Ayah yg bijak tanpa banyak bicara hanya mengambil buku berbahasa Jerman dan meletakkannya tepat di depan si Budi “Seperti ini yg dirasakan Bibi…”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.